Kandungan Zat Berguna Dan Larangan Dalam Mengkonsumsi Sawi

Kandungan Zat Berguna Dan Larangan Dalam Mengkonsumsi Sawi

Sawi merupakan jenis tanaman holtikultura dari jenis sayur-sayuran. Tanaman hijau ini sering dimanfaatkan pada bagian batang dan daunnya, ini terutama yang masih muda. Tanaman sawi yang mudah berkembang di Indonesia ini, menurut para peneliti diduga berasal dari daerah Tiongkok atau Asia Timur ini sudah dibudidayakan 2500 tahun yang lalu.

Cara penanaman yang mudah ditambah harga jual yang relatif menguntungkan menjadikan para petani banyak yang menanamnya. Diantara yang paling banyak ditanam yaitu jenis sawi hijau (brassica rapa), dan juga sawi putih (brassic rapa) atau sering juga disebut petsai, yang sering diolah menjadi bahan untuk sup.

Tanaman sawi mempunyai kandungan-kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh sebagai pengobatan dan juga pencegahan. Namun harus juga diperhatikan bahwa dalam konsumsi sawi bagi beberapa orang tertentu juga tidak dianjurkan.

Diantara yang menjadi kandungan zat berguna bagi tubuh dalam mengkonsumsi sawi yaitu:

  1. Dapat berguna untuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, karena adanya zat fitonutrien dalam sawi.
  2. Sebagai sumber anti oksidan, karena adanya zat besi, kalsium, magesium, kalium, seng, selenium, vitamin C, A, E dan zat penting lainnya.
  3. Sayuran yang banyak mengandung serat. Serat yang baik dalam sawi dapat menjadi pengendali akan kolesterol yang tinggi, juga memperlancar dalam pencernaan, melindungi terhadap wasir, serta penyakit kanker usus.
  4. Mencegah bayi lahir yang cacat pada saraf bayi, hal ini dapat terjadi karena kandungan asam folat yang berperan dalam sintesis DNA.
  5. Mengkonsumsi sawi yang rutin dalam makan juga bermanfaat dalam mencegah osteoporosis, anemia, dan juga berperan melindungi dari penyakit jantung.

Selain bermanfaat bagi kesehatan, pada beberapa orang juga tidak baik apabila mengkonsumsi sawi terlalu banyak, diantaranya:

  1. Sawi yang dikonsumsi secara mentah dapat memicu terjadinya gondok, hal ini karena adanya zat goitrogen, yaitu senyawa yang dapat menghambat akan fungsi kelenjar tiroid. Ketika kelenjar tiroid terhambat maka akan menyebabkan terjadinya gondok. Tetapi hal ini akan terjadi jika proses pemasakan pada sawinya sudah dimasak hingga matang.

Bagi penderita ginjal sebaiknya mengurangi akan konsumsi sawi. Hal ini terjadi karena dalam sawi terdapat zat oksalat yang tinggi. Kandungan oksalat yang tinggi pada tubuh karena banyak mengkonsumsi sawi, dapat menyebabkan kristalisasi yang berujung pada batu ginjal. Sehingga lebih baik mengurangi konsumsi sawi bagi penderita batu ginjal. Kandungan vitamin C yang tinggi juga dapat membentuk oksalat dalam tubuh.

Share