Pergi ke Toko Elektronik Bersama adik kecil

Samsung Square

Senin soreku yang tenang lagi-lagi diributkan dengan ocehan adik bungsuku yang merengek dibelikan pendingin ruangan dengan alasan harga AC di toko elektronik dekat sekolahnya sedang melakukan cuci gudang. Sudah hampir dua minggu gadis cilik itu pulang dari sekolah dengan menjinjing brosur promosi yang disebarkan pemilik toko pada orang-orang yang melintas di depan tokonya. Adikku yang rasa ingin tahunya melebihi besar badannya, meminta selembar padahal pemilik toko hanya membagikannya pada orang-orang dewasa. Dari sanalah cerita dimulai. Ia langsung tertarik untuk membanding-bandingkan harga alat elektronik dari semua toko di kota kami. Karena internet di rumah bebas dipakai siapupun, bocah itu dengan leluasa melakukan riset kecil-kecilannya mengenai harga paling murah yang bisa ditawarkan oleh sebuah toko elektronik.

Setelah risetnya yang tidak biasa itu berjalan selama seminggu, ia memutuskan bahwa toko elektronik di dekat sekolahnya menawarkan harga AC yang paling terjangkau oleh dompet. Lalu entah ada angin dari mana, ia memutuskan untuk menggunakan tabungannya untuk membeli satu dan akan dipasang di kamarnya. Orang tua kami yang sengaja mendesain rumah serba terbuka agar udara sejuk dapat mengalir dengan baik jelas langsung melarangnya mentah-mentah. Tapi karena adik saya bersikukuh, akhirnya kami semua didudukkan untuk berdiskusi soal alasannya di balik keinginannya yang begitu tiba-tiba. Ternyata setelah ditanya baik-baik alasannya adalah karena ia kasihan pada nenek yang memang tidur sekamar dengannya. Nenek yang kakinya sudah lemah terpaksa berada terus di tempat tidur yang menjadi sangat gerah apabila musim panas tiba. Jadi adikku berpikir dengan dipasangnya AC, tidur nenek akan lebih nyaman dan tidak gerah lagi. Ternyata bocah itu sudah jauh lebih dewasa dari yang kami semua pikirkan.

Share