Gym Setelah Lulus

Gym

Gym

Bertambahnya berat badan saya kali ini agaknya sudah sedikit kelewat batas karena piyama saya sudah hampir seukuran baju hamil sehingga beberapa kali asisten rumah tangga di rumah saya salah memasukkan piyama tersebut ke lemari kakak saya yang memang sedang mengandung. Ini semua karena saya baru saja lulus sebagai sarjana dan sedang menunggu panggilan kerja. Selama menunggu panggilan kerja, tentu saja saya lebih sering diam di rumah dan kegiatan saya hanya berkisar di antara kamar dan dapur. Setelah berjalan tiga minggu, tubuh saya mulai membengkak seiring dengan berkurangnya kegiatan saya. Kalau dipikir-pikir, sepertinya dalam sehari saya tak mengeluarkan keringat satu tetespun. Hasilnya, membengkaklah tangan, perut, pipi dan terutama paha. Saya dan kakak saya yang sedang hamil mungkin tak ada bedanya jika dilihat dari jauh.

Oleh karena itu, berawal dari baju-baju saya yang sudah tampak seperti baju hamil, saya memutuskan untuk kembali ke gym. Dulu saya rutin senam di gym paling tidak tiga hari sekali, namun karena kesibukan menyelesaikan skripsi akhirnya saya terpaksa berhenti untuk fokus dengan target wisuda yang sudah di depan mata. Kini, setelah beratnya skripsi terlewati, datanglah berat yang sebenarnya—berat badan yang berlebihan hingga hampir memasuki level obesitas. Mulai awal bulan ini saya akan mulai gym dan melatih otot-otot saya supaya lebih kencang lagi. Semoga dengan ketekunan dan keyakinan, berat badan saya dapat kembali normal.

Share