Banyak Anak Satu Pendapatan, Kok Cukup?

Banyak Anak Satu Pendapatan, Kok Cukup?

Ketika Danny dan Tracy Kofke menikah, mereka berkomitmen untuk hidup dengan satu gaji. Hal itu mereka lakoni selama empat tahun. Sebelumnya, Tracy bekerja sebagai guru. Danny juga juga demikian dan penulis dua buku mengenai keuangan pribadi. Tujuannya, agar salah satu dari mereka bisa mengurus anak tunggal mereka.

Delapan tahun kemudian, keduanya sepakat mengangkat dua anak perempuan. Tentunya sebelum mengangkat anak, Danny sudah melakukan perencanaan agar perekonomian mereka tidak terganggu. Mengingat, biaya kebutuhan bayi tidaklah sedikit dan pendapatan mereka hanya dihasilkan dari kerja Danny saja.

Berikut ini beberapa tips dari eHow  agar sukses membesarkan lebih dari satu anak hanya dengan satu gaji.

Buat Gambaran Pengeluaran

Perencanaan biaya untuk mempersiapkan kehadiran bayi baru jika istri hamil dengan mengangkat anak (adopsi) sangat berbeda, lho . Jadi, analisis biaya apa yang mungkin Anda keluarkan untuk salah satunya. Lalu analisis pengeluaran bulanan untuk Si Calon Bayi. Misalnya, susu formula, popok, pakaian, makanan, dan lainnya.

Kemudian, tambahkan dengan pengeluaran untuk tabungan utama, cicilan rumah dan mobil, asuransi, dana pendidikan, dana darurat, kebutuhan harian, dan lainnya. Apakah jumlah itu cukup dan sesuai dengan pendapatan yang keluarga Anda peroleh dari satu gaji.

Perlukah Istri Bekerja Lagi?

Dari analisis di atas, Anda bisa tahu, apakah perlu mempertimbangkan istri untuk bekerja lagi.

Potong Biaya Tak Perlu

Jika pendapatan Anda sangat ketat menutupi pengeluaran keluarga, tapi kalian tetap memutuskan untuk istri berada di rumah saja, ada baiknya kalian mulai memotong pengeluaran yang tak perlu. Mulailah dari melihat kembali daftar belanja bulanan. Setelah itu, masih perlukah Anda berlangganan koran, Wi-Fi di rumah, mematikan atau mempertahankan telepon rumah, makan di luar, dan lain sebagainya. Artinya, apa saja yang bisa ditiadakan, sebaiknya dihilangkan saja dari daftar pengeluaran.

Lebih baik, semua itu dialihkan untuk tabungan dana darurat, karena meski Anda bisa merencanakan masa depan Anda, tapi semuanya itu tetap tidak pasti.

Pedoman dasar untuk dana darurat adalah uang itu bisa Anda gunakan untuk beberapa masalah seperti kesehatan anak, kerusakan mobil dan rumah, atau lainnya.

Hindari Kartu Kredit

Seringkali tujuan awal penggunaan kartu kredit adalah untuk dana darurat. Namun dalam perjalanannya, kartu ini sering digunakan untuk membiayai kebutuhan harian. Daripada Anda membayar kartu kredit, lebih baik uang itu Anda gunakan untukmenabung demi masa depan anak.

Tambahan Penghasilan

Bukan berarti Anda ibu rumah tangga lantas Anda tidak bisa membantu suami menambah penghasilan bulanan, lho . Cobalah mencari pekerjaan paruh waktu di malam hari atau bisnis rumahan. Misalnya dengan memberi les bahasa atau keterampilan untuk anak-anak dan ibu-ibu di sekitar rumah.

Intinya adalah manfaatkan kemampuan dan waktu yang Anda miliki. Dengan begitu, Anda juga bisa lebih memanfaatkan setiap rupiah yang Anda dapatkan dengan luar biasa. Tips Keluarga.

Share